Donat.

  • Saya: (meletakkan piring berisi 5 buah donat gula halus di meja kantor yang tak bertuan) Ini yang mau ambil aja yaaa.
  • Pak Lukman: Lhooo, Mbak Shelly bancaan apa ini?
  • Saya: Nggak bancaan. Hahaha. Sebungkus beli di Mbak Sum, isinya banyak. Bagi-bagi (saya memang suka banget banget sama donat).
  • Faruq: Waaah, donat aku mauuu! (berjalan ke arah meja berpiring)
  • Pak Tommy: Donate sopo iki? (baru datang)
  • Bang Tigor: Donat jomblo, Pak.
  • Saya: Hahahaha (^#_+=+_+//@£$&=¥+_+:×*$^^÷€÷?,)
Tags
1 note | 0 comments

Terlalu Baik.

  • C: Kamu terlalu baik buat aku.
  • L: Jadi kamu maunya sama yang nggak baik? Oke.
  • (Mengobrol dengan salah satu teman angkatan. Senja. Parkiran kantor)
Tags
1 note | 0 comments

Sibuk.

Seminggu terakhir saya sibuk sekali. Semoga beneran sibuk. Bukan hanya merasa sibuk.
Sampai-sampai jarang scrolling. Scrolling aja jarang apalagi cerita :)
Tapi insya Allah setelah ini sudah lebih ringan. Hehehehe.
Saya akan cerita tentang apa yang membuat saya sedikit sibuk beberapa minggu terakhir :’)
See you! β˜†

Tags
0 comments

Daun.

Sama. Saya juga percaya bahwa tak ada daun yang jatuh tanpa Allah mengetahuinya :)
Semuanya memang sudah diatur. Semuanya. Tanpa terkecuali.
Saya harus di sini. Kamu di sana. Sampai akhirnya kita tahu langkah kita tak diatur untuk terus saling seirama.
Bukan saya marah tapi memang semua tidak bisa sama.
Maaf untuk sikap tidak logis saya di awal dulu yang memaksakan kita untuk menyamakan irama langkah kaki kita.
Se-tidak logis saranmu untuk menghubunginya.
Dan akhirnya saya bisa bersyukur dan percaya bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Penyayang.
Daun saja sepengetahuan-Nya, apalagi urusan hati.

Tags
0 comments

Aku takkan mencoba menghitung, mengira-ngira, dan mengkalkulasi probabilitas kita lagi.
Aku percaya Allah tidak tidur.
Bagaimana tidak?
Bahkan aku tidak bisa bersembunyi dari-Nya ketika senyumku muncul hanya dengan melihatmu dari sudut mataku.
Apalagi untuk urusan sebesar “kita”. Hati.

Tags
0 comments

Ana.

  • Suatu hari di kantor...
  • Saya: Tak sholat dulu yaa, Mas Far. Tunggu yaaa.
  • Faruq: Iya. Sana kamu sholat dulu, Ana.
  • Saya: Lho kok Ana?
  • Faruq: Lha kamu kan akhir-akhir ini suka pakai kata "ana".
  • Saya: Hah? Hoalaaaah. Hahahahaha. Bisa-bisaan aja lhooo. Tak kiro nama orang. Ana.
  • Faruq: HAHAHAHAHAHA (lega banget)
Tags
2 notes | 0 comments
Load more posts