....do re mi fa shel*lho...

Shelly Devina Anggraeni - Yogyakarta - penyuka buku tapi bukan penyuka kambing (Hahaha!) Sampai jumpaaa dan semangat menebar kebaikan ;)
(WOW) Posts I Like
Following SUPER DUPER TUMBLR

Burem sih doy tapi berkesan.

belumadajudul:

Semoga bisa kumpul kembali geng.. ngopi barenggg lagiii with Ervina, Amor, rencha, Ilham, yakay, and Iva – View on Path.

Iyes banget :””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””’)

4 plays
Keane,
Hopes & Fears

You know that I hate this song! ~~

waldeza:

MG Wing Gundam Endless Waltz ver. Setelah sekian lama akhirnya sempat juga beli model kit via kaskus lagi, karena kebetulan model kit ini tidak ada di toko mainan langganan. Awalnya sempat ragu mau beli ini atau Wing Gundam Proto Zero (yang sama kerennya dan rifle nya ada dua dan bird mode-nya sungguh subhanallah) tapi akhirnya saya putuskan untuk beli yang ini karena harganya sedikit lebih murah. Ada dua hal yang bikin saya agak kesal setelah selesai merakit model ini:
1. Model ini sama sekali tidak bisa berdiri dengan sempurna karena sayapnya terlalu berat buat badannya. Akhirnya saya putuskan untuk sementara memajangnya dalam bird mode sampai saya beli action base.
2. Decal dan clear stickernya hampir semuanya harus dipasang pada posisi miring. Entah ini desainernya memang ingin nge-troll apa bagaimana, saya kurang tau juga.

Overall, saya cukup puas dengan model kit ini. Bird mode-nya sungguh keren dan kalaupun nanti sudah punya action base, sepertinya saya tetap akan memajangnya dalam bird mode. Dan gara-gara bird mode yang keren ini saya mulai searching model kit yang bisa berubah jadi pesawat atau bahkan model kit pesawat langsung. Ahahahahahahahahaha.

"Dan gara-gara bird mode yang keren ini saya mulai searching model kit yang bisa berubah jadi pesawat atau bahkan model kit pesawat langsung. Ahahahahahahahahaha." (-_______________________-”)

Pakorum, langsung terbang? (-_____-”) HAHAHA

  • Via whatsapp...
  • Saya: Aku berencana bikin laporan keuangan untuk pertengahan periode, Reeem. Hehehe. Boleh nggak?
  • Remy: Boleh-boleh kalau kamu selo, Shel.
  • Saya: Ooo, aku selo bangeet. Ini masih dines tapi kebetulan kerjaannya udah selesai...... Udah aku cicil sih, cuma masih belum koordinasi sama Kirizu tentang record saldo mulai Februari awal. Hehe.
  • Remy: Iya, koordinasikan pembagian tugas juga Shel. Udah oke nih...
  • Saya: Oke, Reem. Hehehe. Coba deh nanti aku bahas. Hehe.
  • Remy: Tapi asmara jangan lupa ya. BUAHAHAHAHAHA. Kerjaan sama sosial sih boleh lancar, Shel.
  • Saya: Aaargh (-_____-'')

Saya masih pengen jadi Guru TK. Taman Kanak-Kanak tapi, bukan Teknik Kimia :”’)

herricahyadi:

Erdogan selalu membuat kejutan. Ia tak terdengar blusukan, tapi rakyatnya semua sejahtera. Ia tidak suka pencitraan, tapi hasil kerja kerasnya sangat nampak di permukaan. Ia tak (suka) diliput media, tapi justru membiarkan rakyat yang bercerita.

Bangganya rakyat Turki punya pemimpin negeri seperti ini.

(via achmadlutfi)

  • A: Sel, kamu ngado apa?
  • Saya: Aku bawain pupuk. Hahahahaha (canda)
  • A: Okei, besok tak kado toluen.
  • Yak,malah gowo produk dhewe-dhewe lho. Hahaha (-___________-'')

fcitra:

Career women and stay at home moms should never be compared to each other

Warning: this is my own opinion. Your opinion might differ. Just respect other’s opinion, okay?

Seorang wanita sekarang ini bisa memilih menjadi seorang career woman alias ibu yang bekerja atau stay at home mom.  

«Siapa bilang ibu rumah tangga tidak bekerja? Dari pagi ia mengurus anak suami bla bla bla selama 24 jam tidak pernah ada libur. »

Begitulah pembelaan yang ditujukan oleh dan untuk ibu-ibu rumah tangga ketika dituding ‘tidak bekerja’ atau ketika menangkis ucapan-ucapan seperti ‘suami bangga, istri bisa ikut menambah penghasilan’ dst dll.

Jangan salah sangka, menurutku pembelaan ibu rumah tangga tersebut memang sangat tepat. Ibuku sendiri seorang ibu rumah tangga alias stay at home mom yang sangat kuhormati dan kukagumi.

Tulisan ini kubuat karena aku kerap kali jengkel melihat betapa sering career woman dan ibu rumah tangga dibanding-bandingkan. Seringkali perbandingan yang bernada memojokkan career woman ini malah datang dari ibu-ibu rumah tangga hardcore sebagai ‘pembenaran’ kalau ibu rumah tangga itu lebih mulia.

Contoh ucapan yang menurutku agak absurd adalah

« Tidak ada yang lebih indah dari seorang wanita berpendidikan tinggi yang rela tinggal di rumah mengurus anak dan suami»  

Lah kalau memang minatnya sekolah sampai S3 dan akhirnya jadi researcher yang menemukan  vaksin AIDS gimana? Apa itu ngga indah?

atau prejudice yang jahat misal

« Ditinggal ibunya kerja anaknya jadi anak pembantu»

Menurutku, career woman dan ibu rumah tangga hendaknya satu sama lain saling menghormati. Jalan mana yang dipilih adalah hak dan keputusan masing-masing wanita. Kedua profesi tersebut sangat berbeda dan tidak bisa dibandingkan.

Sejak umur masih bisa dihitung dengan jari, aku sudah memutuskan untuk jadi seorang career woman dan semakin bertambah usiaku, makin mantap aku dengan pilihan itu. Ingat, ini opini pribadi penulis, pembaca sekalian boleh berpendapat lain.

1. Setiap orang berbeda minat dan sifat

Sifat dan selera orang berbeda-beda. Kalau misal ada yang memang pengin jadi stay at home mom, boleh saja dong kalau memang pilih jadi career woman :)

2. Tidak semua orang seberuntung itu

Tidak semua wanita beruntung langsung dapat suami yang berpenghasilan cukup untuk menghidupi minimal dua orang. Karena bagaimana pun juga, terserah apa kata orang (yang macam ini nih: ‘nunggu mapan ga bakal nikah’), hidup itu butuh biaya. Kamar bertempat tidur butuh biaya, makan tiga kali sehari butuh biaya, punya toilet dan kamar mandi yang layak butuh biaya, pakaian butuh biaya, handphone butuh diberi makan pulsa, belum nanti punya anak yang mesti dibelikan susu. Malu kan kalau minta orang tua terus?

3. Mengurus rumah sambil bekerja (dan bahkan sambil kuliah) itu mungkin

Tahun pertama kuliah master, aku kuliah bareng bapak-bapak dan ibu-ibu. Aku salut dengan mereka, terutama yang ibu-ibu. Mereka bekerja di kementerian, sambil bekerja mereka juga mengurus anak dan suami, masih ditambah lagi mereka datang  kuliah dan mengerjakan tugas-tugas kuliah.

Melihat teman-teman S2 beserta keluarga mereka  , aku semakin yakin kalau bekerja sambil tetap memperhatikan keluarga itu sangat mungkin … (bahkan mereka berhasil mengkombinasikannya dengan kuliah!)

Perkataan seorang dari mereka yang masih kuingat:

Bekerja sambil mengurus anak akan berat di awal saja. Semua akan berlalu setelah beberapa tahun karena anakmu akan tumbuh besar dan ia bisa mengurus dirinya sendiri. Kalau kamu tidak bekerja, apa yang akan kamu lakukan dengan waktu lowong yang semakin banyak saat ia tumbuh dewasa?

4. Kita tidak pernah tahu apa yang akan datang

Read More

Dulu saya menuliskan double angka 2 di wishes list. Tapi bahkan saya baru menyelesaikan kuliah saya di angka 2 dan 3. Tak berhenti sampai situ, akhirnya saya bisa meraih cita-cita saya selanjutnya menjelang angka 2 dan 4. Semoga selanjutnya-selanjutnya. Hehehe.

Out of topic sebenernya tapi berhubung mata saya langsung berbinar menemukan poin 6, jari saya tak mau berhenti. Hahahaha #muleb

Aku suka poin mbak Citra yang ke-6!! Menyenangkan orang tua (yang kemudian saya tahu, oleh beberapa orang pasti dijawab “Menikah juga menyenangkan dan membahagiakan orang tua kali Sheeel” Hehehe). Nggak perlu ke luar negeri dulu. Hal-hal sepele yang spesial yang mungkin bisa kita lakukan sebelum nanti berkeluarga. Hehehe. Setelah saya bisa memberikan sesuatu di angka 2 dan 4 ini, saya makin merasa bahwa masih banyaaaak hal yang bisa saya lakukan untuk sekitar saya (yang oleh teman-teman yang lain mungkin bisa juga dikomentari, “Kalau sudah menikah kan bisa melakukan banyaaaak hal juga Shel”. Hehehe). Iyes, pendapat orang tak akan sama persis. Dan kadang kita tak perlu mengambil pusing akan semua itu.

Akhirnya, ketika ada beberapa undangan bertebaran dari teman-teman, postingan foto keluarga mungil dari beberapa teman (Aaaa, kadang saya suka gemas melihat anak teman-teman saya) hingga ada teman yang bilang, “Itu seumuran kita udah punya anak 2 lhoo”, saya menyadari bahwa semuanya memang berbeda. Lingkungan, prioritas, cita-cita, kesiapan dan rencana yang akan kita ambil :)

Tetep di luar semua itu, yang saya tulis di bawah tulisan mbak Cit cuma pendapat saya. Semuanya kembali ke masing-masing orang :D

Semangat menjalani hari dan semangat menghadapi pertanyaan: “Kapan nikah?” dan semacamnya. Dan mari tetap berusaha dan berdoa. Semoga semuanya yang terbaik (dan pasti Allah memberi yang terbaik) :’)

avinaninasia:

:”)

Dear, Avina Anin Nasia.

SELAMAT untuk perjuangan selama beberapa tahun terakhir ya, Avinaaaa :”””) #ikutsenengbangeeeeetdanpeluk

Semoga cita-cita selanjutnya tercapai termasuk bisa menikmati Jogja dan nggak hanya sekedar mampir atau melintas aja :D

Aaaamin Ya Allah :)

!

dentykusuma:

Spesies yang menyenangkan itu bernama perempuan yang simpel dan ngga ribet. Menyenangkan sekali mereka itu. Membuat hidup jadi lebih mudah.

Jadi, perempuan, jadilah perempuan yang ngga ribet, yang apa-apa harus keturutan. Itu sangat memudahkan hidup orang lain. Oke oke? :))

!

dentykusuma:

Your real job is to serve Allah..

When a thing disturbs the peace of your heart, give it up.
Prophet Muhammad (via fatimathinks)

(via dentykusuma)

Tahukah kalian? Terkadang orang-orang membungkus rindunya dengan kalimat ‘sombong sekali sekarang’

Page FB (via medinaayasha)

Iya deh, Kakak~

(via dentykusuma)

(via dentykusuma)